Home Blog Page 4

Asas Risma Ngotot PSBB di Surabaya Diakhiri

0

TRIBUNNEWS. COM – Masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya Raya tahap ketiga dalam cara penanganan virus corona (Covid-19), bakal berakhir hari ini, Senin (8/6/2020).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bakal menganjurkan agar tak ada lagi sambungan masa PSBB di Surabaya.

Sementara rapat bersama Pemprov Jatim dikabarkan berlangsung di Minggu (7/6/2020).

Risma menyebut ada bervariasi alasan mengapa pihaknya bakal menganjurkan agar masa PSBB ini tak kembali diperpanjang.

Di antaranya, terkait nasib sektor ekonomi dalam Kota Pahlawan.

Bila sektor itu lumpuh, dia khawatir imbasnya pada perekonomian warga.

Baca: Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi Warga Selama PSBB Masa Transisi Jakarta

Baca: Penambahan Kasus Positif COVID-19 Masih Terjadi, DKI Jakarta Tertinggi Disusul Jawa Timur

“Mereka harus bisa nyari makan, ” ungkap Risma, Minggu (7/6/2020).

Sekretaris Utama (Sestama) BIN, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo menyerahkan bantuan alat kesehatan sejak Badan Intelijen Negara (BIN) kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (29/5/2020). (istimewa)

Meski demikian bukan berarti Pemkot tak memperhatikan upaya memutus sembrono rantai penyebaran virus Corona.

Baca: Ganda Campuran Malaysia Sempat Khawatir jika Divonis Meyakinkan Corona

Selain upaya yang telah dilakukan, Risma mengaku pihaknya bakal memperketat sejumlah aturan kesehatan yang salah satunya bakal menyasar sektor usaha di Surabaya.

Sebelumnya sudah ada surat edaran perihal itu.

Emre Can Bawa Borussia Dortmund Lulus Tipis Atas Hertha BSC

0

TRIBUNNEWS. COM, DORTMUND – Borussia Dortmund menjaga persaingan gelar juara secara Bayern Muenchen menyusul kemenangan berasaskan Hertha BSC dalam pekan ke-30 Bundesliga 2019-2020.

Bermain di kandang sendir, Signal Iduna Park, Sabtu (6/6/2020), Borussia Dortmund sukses membungkam Hertha BSC dengan skor 1-0.

Emre Can, pemain Timnas Jerman dengan memperkuat Borussia Dortmund (instagram @ec2323)

Tripoin awak tun rumah lahir dari gol tunggal Emre Can.

Dortmund sendiri tampil ofensif sejak kick-off.

Skuad asuhan Lucien Favre melepaskan 13 tembakan, sedangkan tim lawan membuat empat shot.

Kendati bermain ofensif, Dortmund mengalami kesulitan dalam membongkar pertahanan Hertha.

Mereka bahkan tak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran selama babak pertama.

Peluang terbaik Dortmund pada interval pembuka terjadi pada menit ke-21 lewat tembakan jarak dekat Thorgan Hazard yang melenceng sedikit di sisi mistar gawang.

Skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Serbuan Dortmund baru membuahkan hasil cantik pada babak kedua, tepatnya menit ke-58.

Gerak laku Koboi Lempar Botol Bir pada Pendopo, Anggota DPRD Tulungagung SHM Kini Dipanggil Partainya

0

TRIBUNNEWS. COM, TULUNGAGUNG — Melakukan aksi koboi pada Pendopo Kongas Arum Kusumaning Kaum Kabupaten Tulungagung, Anggota DPRD Tulungagung SHM akhirnya dipanggil oleh partainya.

Pimpinan DPC PDI Perjuangan Tulungagung telah memanggilnya untuk melakukan klarifikasi.

Pokok dalam kejadian itu ada kejadian pemecahan toples kue di kawasan tamu, dan pelembaran botol bir ke arah pendopo.

“Kami hanya mengabulkan klarifikasi saja seputar kejadian itu, ” terang Ketua DPC PDI Perjuangan TulungagungSusilowati, lewat Whats App, Kamis (4/6/2020).

Susi, panggilan akrabnya, menuturkan SHM menyangkal telah memecahkan toples di bagian tamu pendopo.

Baca: Salat Jumat di Langgar Muhammadiyah, Menteri BUMN Ingatkan Terbuka Kewaspadaan

Baca: Karena Masalah Ini, Siswi SMK di Gresik Nekat Sampai Diri

Baca: Mobil Goyang Mencurigakan, Era Diintip Warga Berisi Sepasang PNS Sudah Pingsan Tanpa Busana

Namun SHM tak memberi penjelasan, siapa yang menghancurkan toples itu.

Di klarifikasi itu, SHM juga mengambil maaf karena kejadian di Pendopo Kabupaten Tulungagung.

“Hasil klarifikasi akan kami sampaikan ke DPP (pusat) melalui DPD Jawa Timur, ” sambung Susi.

Dalam kejadian di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa Kabupaten Tulungagung, SHM datang bersama YY, Jumat (29/5/2020) malam.

Mereka sempat marah karena Tumenggung Tulungagung, Maryoto Birowo tidak tersedia di tempat.

BMKG Minta Warga di Pantura Jawa Waspadai Bencana Rob Hingga 6 Juni

0

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Warga di pesisir utara Jawa diminta waspada datangnya bencana rob nama lain limpasan air laut hingga ke daratan akibat periode pasang.

Rob diprediksi akan terjadi hingga tanggal 6 Juni 2020 mendatang.

“Masyarakat terutama yang bermata pencaharian dan beraktivitas di pesisir atau pelabuhan diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan upaya mitigasi terhadap potensi bencana rob pertama untuk daerah-daerah pantai berelevasi lembut seperti
Pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Semarang, ” ujar Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Herizal dalam pernyataannya pada Tribun, Kamis(4/6/2020).

Menurut Herizal, bencana rob disebabkan oleh kondisi pasang minuman laut yang cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia akibat fase bulan purnama
(full moon/spring tide).

Membaca: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir TNI Dilibatkan Saat Era New Wajar

Mengucapkan: Pelindo I Optimalkan Layanan Online untuk Persiapan Menjelang New Lazim

Mengaji: Mantan Anggota DPRD Pasuruan Mahfud Sidik Terlibat Sindikat Peredaran Sabu

Selain sebab faktor astronomis tersebut, terdapat ciri meteorologis berupa potensi gelombang tinggi yang diprakirakan terjadi mencapai 2, 5 meter hingga 4, 0 meter di Laut Jawa dengan dibangkitkan oleh embusan angin kuat dan persisten mencapai kecepatan hingga 25 knot (46 Km/Jam) yang ikut berperan terhadap peningkatan kenaikan tinggi muka air laut dengan terjadi di perairan utara Jawa.

“Secara klimatologis, luhur muka air laut pada kamar Mei dan Juni di selat Indonesia umumnya berada di akan tinggi muka laut rata-rata (mean sea level, MSL), ” ujarnya.

Namun kata dia bencana rob memiliki kecenderungan menghunjam intensitasnya seiring dengan penurunan kemajuan angin.

Bagi umum yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan bahan cuaca 24 jam, yaitu melalui:

Cairan Laut Pasang, 11 Desa pada Kabupaten Pekalongan Terendam Banjir Rob

0

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA — Banjir rob menggenangi setidaknya 11 Desa di 4 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Rabu (3/6) pukul 16. 00 WIB.

Menurut laporan dari Institusi Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, banjir tersebut dipicu oleh peristiwa air laut pasang dengan membuat empat sungai, masing-masing; Kali Silempeng, Sungai Sengkarang, Sungai Meduri dan Sungai Bremi meluap & membanjiri permukiman warga di 11 desa tersebut.

“Adapun 11 desa dengan terdampak meliputi Desa Boyoteluk serta Desa Depok di Kecamatan Siwalan.

Kemudian Desa Semut, Desa Woker Kulon dan Desa Pacakaran di Kecamatan Wonokerto.

Baca: Tak Cakap Jenazah yang Dimakamkan Pasien Covid-19, Belasan Warga di Klaten Kudu Isolasi mandiri

Baca: Suami Bunuh Orang Lalu Bunuh Diri, Sebelumnya Warno dan Jarwati Sudah Pisah Ranjang

Mengaji: Kota Bogor Rayakan Hari Maka Ke-538, Silvio Escobar Berharap Menggampar Bola Bogor Lebih Berkembang

Selanjutnya Desa Jeruksari, Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo, Kampung Karangjompo, Desa Pacar dan Tempat Samborejo di Kecamatan Tirto, ” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran pers BNPB yang diterima Tribun, Kamis, (5/6/2020).

Berdasarkan keretangan dari BPBD Kabupaten Pekalongan, sedikitnya ada 17 warga yang mengungsi dalam Gedung TPS Desa Semut.

Dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 di pengungsian, BPBD setempat memberlakukan protokol kesehatan dengan menggembala jarak aman tempat tidur serta menyediakan masker, sarana cuci tangan dan hand sanitizer di kurang titik.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama tim gabungan dari abdi TNI dan Polri serta masyarakat melakukan penanganan darurat dengan membina tanggul di beberapa titik buat mengantisipasi luapan sungai.

“Selain itu, tim gabungan selalu membantu upaya evakuasi warga desa Simonet ke tempat pengungsian dalam Gedung Pengelola TPS Desa Semut, ” katanya.

Bersandarkan laporan BPBD Kabupaten Pekalongan serupa telah menyalurkan bantuan logistik untuk para pengungsi dan mendirikan Dapur Umum di Desa Semut.

Sebagai informasi, gelombang perangkat air laut terjadi di pesisir utara laut Jawa sejak Senin (1/6).

Peristiwa itu juga menyebabkan wilayah di kira-kira pesisir Pantai Utara Jawa seperti Demak, Semarang, Pekalongan, Tegal dan Brebes terendam banjir rob.

“Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar bangsa dapat melakukan antisipasi agar mampu terhindar dari bencana yang dipicu oleh peristiwa alam tersebut.

Selain itu, BNPB juga mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di tiap-tiap daerah agar terus meningkatkan kapasitas untuk menanggulangi kesedihan, ” pungkasnya.

Ombudsman RI Menyayangkan Sikap DKPP Terkait Pemberhentian Eks Komisioner KPU Evi Novida

0

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyayangkan dan kecewa atas sikap dari Jawatan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) zaman diminta penjelasan atau klarifikasinya mencuaikan surat Ketua Ombudsman Nomor B/577/LM. 15-K1/0108. 2020/IV/2020 mengenai dugaan penyimpangan prosedur oleh DKPP RI terpaut proses pemberhentian Mantan Komisioner Persen Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik.

Hal ini sesuai ketentuan Pasal enam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI, bahwa Ombudsman berhak meminta penjelasan kepada terlapor mengenai permasalahan yang dilaporkan dan telah dinyatakan ditangani oleh Ombudsman RI.

Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala yang menangani laporan Mantan Komisioner KPU tersebut menjelaskan, Evi Novida melaporkan dugaan penyimpangan prosedur sebab DKPP RI terkait proses pemberhentian dirinya.

Hal yang menjadi keberatan Pelapor adalah kalau berdasarkan Pasal 36 ayat (2) Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Beracara Tanda Etik Penyelenggara Pemilihan Umum, kerap pleno putusan dilakukan secara mati oleh tujuh Anggota DKPP melainkan dalam keadaan tertentu dihadiri menyesatkan sedikit lima orang anggota DKPP.

Baca: Mauro Icardi Memang Sudah Setahun Berantakan Ingin Dilepas Inter Milan logat Giuseppe Bergomi

Baca: Jon Jones Minta Bayaran Tinggi Saat Ingin Terbang Kelas di Arena UFC

“Sedangkan terhadap dakwaan Nomor 317-PKE-DKPP/X/2019 tersebut, rapat lengkap putusan tanggal 10 Maret 2020 hanya dihadiri 4 orang Bagian DKPP, ” kata Adrianus Meliala, di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Selain itu, berdasarkan Bab 32 ayat (10) Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2019, penjagaan dugaan pelanggaran kode etik dilaksanakan dengan menghadirkan Teradu dan/atau Terlapor.

“Namun dalam hal ini, Pelapor merasa tidak diberikan kesempatan yang cukup untuk menyampaikan penjelasan atau melakukan pembelaan muncul, ” tambahnya.

Taat Adrianus, setelah beberapa lama menduduki, Ombudsman RI menerima tanggapan DKPP melalui surat nomor 045/K. DKPP/SEt-04/IV/2020, 29 April 2020.

Namun dalam surat tersebut bagian DKPP menyatakan tidak tepat untuk menjelaskan kembali perkara yang telah diperiksa dan diputus.

Hal tersebut untuk menghindari bervariasi kemungkinan tafsir dan dapat melahirkan ketidakpastian Putusan.

Terpaut hal tersebut, jajaran Ombudsman MENODAI telah mengupayakan tanggapan langsung dibanding DKPP melalui video conference, tetapi tidak mendapat respon yang cara dari pihak DKPP. Ia biar menyayangkan sikap DKPP tersebut.

“DKPP selalu berdalih dan berlindung pada Pasal 112 bagian (2) Undang-Undang No. 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu yang mana putusan DKPP bersifat final serta mengikat, ” tegas Adrianus.

Sebagai informasi, laporan Evi Novida di Ombudsman RI terdesak dihentikan dan ditutup karena saat ini terhadap substansi permasalahan dengan dilaporkan telah menjadi objek gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta.

Gugatan kepada Presiden Republik Indonesia itu didaftarkan dengan Nomor Perkara: 82/G/2020/PTUN. JKT pada tanggal 17 April 2020.

Tanda Baru, Pelempar Bom Molotov pada Rumah Pejabat Pengadilan Tinggi Tanjungkarang Terekam CCTV

0

TRIBUNNEWS. COM, BANDAR LAMPUNG — Kasus pelemparan bom molotov ke rumah pejabat Pengadilan Tinggi Tanjungkarang terekam kamera CCTV mengungkap bahan baru.

Terduga karakter pelemparan bom molotov ke vila pegawai Pengadilan Tinggi (Tinggi) Tanjung Karang terekam kamera CCTV.

Diperkirakan pelaku berjumlah besar orang sesuai dengan yang terperangkap gambar.

Kedua terduga pelaku itu terekam kamera CCTV milik salah mulia tetangga korban di Perumahan Kedaton Asri, Kecamatan Way Halim, Biang Lampung.

Diketahui, sendi milik Kasubbag Kepegawaian dan Teknologi Informasi PT Tanjung Karang, Aznel Mahendra itu terbakar setelah dilempar bom molotov pada Rabu (27/5/2020) kemarin.

Membaca: DMI Terbitkan Surat Edaran Prakata Masjid untuk Salat Wajib serta Salat Jumat

Baca: Tunjukkan Citra Penegak Hukum, Polisi Harus Ungkap Peneror Diskusi di UGM

Baca: AC Milan Menanti Zlatan Ibrahimovic Kembali untuk Diperiksa Cederanya

Dari salinan rekaman kamera CCTV yang diterima Kompas. com, kedua terduga pelaku itu mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah-putih.

Satu orang dengan mengemudikan besar mengenakan pakaian lengan panjang dan celana berwarna cokelat.
Sedangkan satu orang asing yang dibonceng mengenakan pakaian serba-serbi putih.

Pembonceng ini juga terlihat membawa kantung plastik warna merah.

Diduga, kamera CCTV itu merekam era kedua pelaku menuju lokasi perkara.

Karena kantung plastik itu ditemukan di depan vila korban bersama satu botol berisi bensin yang belum dinyalakan.

Memakai Baret Merah Mengaku Kopassus Medium Bertugas di Bandung, Pria Tersebut Diseret ke Denpom

0

TRIBUNNEWS. COM, BANDUNG — Seorang pria yang mengenakan seragam loreng dan baret abang, yang ternyata anggota Kopassus gadungan ditangkap di Kota Bandung viral di media sosial.

Pria tersebut ditangkap Jalan Punclut Kota Bandung.

Dia mengaku sedang berdinas di Pusdiklat Passus Batujajar.

Peristiwa penangkapan tersebut terjadi di sebuah warung di Cidadap, Kota Bandung, Jumat (29/5/2020).

Penangkapan anggota Kopassus itu pun heboh hingga viral di media sosial.

Semacam yang diunggah di Instagram @tnilovers18.

Dalam unggahannya memperlihatkan penangkapan pelaku anggota Kopassus gadungan tersebut.

Membaca: Pamit Keluar Rumah, Gadis Cantik Asal Bandung Ini Sudah Semingga Tak Pulang

Baca: Tim Ini Jadi yang Terhebat di Laga Negeri Saat Era Liga 1: Persib dan Persija Lewat

Baca: Cerita Kiper Bali United Sukses Bikin Lulus Saat Jadi Striker Dadakan

Saat tertangkap tampak pelaku mengenakan seragam serupa TNI AD lengkap.

Dia juga mengenakan topi baret merah.

Pada seragamnya itu tertempel diduga nama identitas dirinya bernama Bayu. S.

Sinse Tegaskan Minum dan Mandi Air Panas Tidak Bisa Matikan Covid-19

0

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA — Banyak mitos-mitos yang beredar di klub terkait cara-cara mudah yang mampu dilakukan untuk mencegah virus corona (covid-19).

Metode membinasakan virus corona dengan minum tirta panas dan mandi air radang termasuk yang banyak beredar dalam masyarakat karena suhu panas dianggap bisa mematikan virus.

Faktanya Pakar Keburukan Dalam Spesialis Paru-Paru Internis Pulmonologist FKKMK Universitas Gajah Mada (UGM), dr. Sumardi, Sp. PD, KP., FINASIM., membantah kalau minum panas dan mandi air panas mampu mematikan Covid-19.

“Klaim itu tidak benar, minum maupun mandi air panas tidak bisa membunuh Covid-19, ” kata dr. Sumardilansir dari website UGM.

Baca: Kelompok Indonesia Timur Tolak Implementasi Peraturan Minerba

Baca: Soal New Normal, Mahfud MD: Nanti Kita Akan On-Off

Dr. Sumardi menjelaskan suhu air panas yang diminum tidak akan mencapai virus covid-19 yang berada di sel tubuh dan tubuh memiliki kemampuan secara otomatis untuk menyusun suhu saat mendapatkan serangan virus.

“Kalau ada virus yang masuk ke tubuh maka suhu tubuh akan naik secara sendirinya untuk menetralkan virus, ” ungkap dr. Sumardi.

Dr. Sumardi menjelaskan ada pengkajian yang mengungkapkan kalau suhu bertambah dari 58 derajat bisa membunuh virus SARS tapi ternyata suhu tersebut berbahaya bagi tubuh.

Pertama kalau meminum cairan dengan suhu panas bisa kritis bagi kesehatan lambung karena air panas melemahkan jaringan lambung.

Kedua jika mandi air panas terus-terusan oleh sebab itu akan merusak jaringan sel jangat dan efek paling cepatnya merupakan kulit jadi kering.

“Jadi, tidak perlu minum ataupun mandi air panas karena malah akan mengacaukan sistem tubuh, ” kata dr. Sumardi.

Dibanding dengan air panas yang paling baik adalah menerapkan contoh hidup bersih dan sehat mulai dari mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan asupan sehat.

Punya Kepuasan Tersendiri, Riko Simanjuntak Lebih Senang Jadi Pelayan di Persija

0

Laporan Wartawan TribunJakarta. com, Wahyu Septiana

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak mengaku senang menjadi pelayan atau pemberi assist kepada rekan setimnya di garis depan.

Riko menjelma salah satu penyuplai bola yang cukup diandalkan bagi Persija Jakarta dalam tiga musim terakhir.

Peran gembung Riko Simanjuntak di atas lapangan sudah terbukti dan mampu memanjakan Marko Simic serta pemain lainya di Persija Jakarta.

Menurut Riko, ketika memberikan assist kepada rekannya selalu mendapatkan kepuasan dalam bermain sepak bola.

Peran pemberi assist betul vital karena proses gol berasal dari aksi yang dilakukan dalam atas lapangan.

“Baik cetak gol maupun memberikan assist saya suka. Tapi saya bertambah suka memberikan assist. Karena jalan gol terjadi karena berkat korban yang bagus. Ada kepuasan tersendiri saat memberikan umpan menjadi gol, ” kata Riko Simanjuntak.

Terlebih, posisi yang ditempati Riko Simanjuntak berada di pengaruh dan mengharuskan selalu memberikan korban memanjakan kepada penyerang.

“Ditambah lagi posisi saya dalam sayap. Prioritas tugas pemain bagian adalah memberikan umpan atau crossing untuk mempermudah teman-teman mencetak lulus, ” pungkasnya.

Bagaikan diketahui, pada musim 2018 Riko berhasil menorehkan sembilan assist serta membantu Persija meraih gelar pendekar Liga 1 2018.

Semusim berselang, pemain kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, itu berhasil mencatatkan tujuh assist dan membangun Persija lolos dari zona kemerosotan.

Pada musim ketiganya di Persija, Riko menjadi pemeran terdepan dalam memberikan umpan sebab sudah menciptakan dua assist.