Kimia Farma Diagnostika Janji Dukung Pelayanan Kesehatan Terbaik untuk Masyarakat

0
6

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA awut-awutan PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) terus menunjukkan keseriusannya dalam melaksanakan pembenahan internal agar bisa memberikan pelayanan kesehatan unggul untuk masyarakat.

Setelah dilakukan perombakan direksi oleh Menteri BUMN Erick Thohir di pertengahan Mei lalu, manajemen juga secara aktif melakukan monitoring cermat untuk memastikan klinik & laboratorium KFD di semesta Indonesia telah memenuhi serta menjalankan standard operating procedure (SOP), termasuk pelayanan rapid test dan swab antigen.

Menurut Plt Direktur Utama KFD Agus Chandra, tindakan penyegaran manajemen KFD adalah salah utama langkah perbaikan untuk memajukan kinerja secara menyeluruh.

Mengucapkan juga: Biar Direksi KFD Dipecat, Kepala DPD RI Minta Peristiwa Antigen Bekas Diusut Tuntas

“Kami diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan cermin KFD dalam memberikan servis klinik dan laboratorium sesuai dengan SOP dan Good Corporate Governance (GCG), ” ujar Agus Chandra, Jumat(11/6/2021).

Agus Chandra juga menegaskan, pembenahan privat bukan sekadar mengenai pelaksanaan swab antigen.

Lebih dari itu, pihaknya berkomitmen untuk memastikan kalender vaksinasi Gotong Royong berjalan dengan baik dan cocok dengan SOP.

Baca selalu: BUMN Farmasi: Kasus Antigen Bekas Tidak Terulang Kembali

“Kami sudah menyiapkan vaksinasi ini sejak November 2020 sehingga bisa membawa Indonesia lebih sehat. Pada pelaksanaannya kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik agar perusahaan-perusahaan dapat kembali berproduksi dengan normal. Dengan demikian, diharapkan perekonomian bisa lekas pulih, ” kata Agus Chandra.

Menanggapi upaya pembenahan di internal PT Kimia Farma Tbk, Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam mengatakan, penguraian direksi KFD menjadi momentum perbaikan di semua garis bisnis Kimia Farma.

Tentu saja, perusahaan juga harus bekerja sungguh-sungguh untuk memperbaiki kinerja.

“Ini tolong diperhatikan betul. Harus kerja keras, ’’ kata Mufti.

Menyuarakan juga: 100 Ribu Lebih Pemudik Balik ke Jakarta Dites Antigen, 834 Orang Reaktif Covid-19

Dia juga mengatakan, perlunya dilakukan audit ulang terhadap menyeluruh proses bisnis dan operasional di seluruh anak usaha Kimia Farma dan disampaikan ke publik. Hal itu penting dilakukan untuk membina reputasi perusahaan.