Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Tanggapi Calon Penggantinya: Ini Kecurangan Pemilu

0
13

TRIBUNNEWS. COM, YERUSALEM – Perdana Gajah Benjamin Netanyahu mengatakan perserikatan yang baru terbentuk dalam Israel dan akan menyingkirkannya adalah hasil dari kecurangan terbesar pemilu dalam memori demokrasi Israel.

Dalam pernyataannya hari Minggu (6/6) waktu setempat, Netanyahu secara khusus menuduh adanya pelanggaran janji kampanye sebab Naftali Bennet, yang bakal menggantikannya sebagai perdana Gajah.

“Kami menyaksikan kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah negara ini, menurut pendapat saya dalam kenangan demokrasi mana pun, ” kata Netanyahu dalam komentarnya kepada legislator dari kelompok sayap kanannya, Likud.

“Itulah mengapa orang merasa ditipu dan mereka merespons, mereka tidak boleh diam, ” katanya dalam sambutannya, dengan disiarkan langsung dan menunjuk secara tidak langsung di dalam janji kampanye Bennett buat tidak bekerja sama secara Lapid dan lainnya.

Bennett sebelumnya berniat untuk tidak bermitra dengan partai-partai sayap kiri, sedang, dan Arab. Namun nyatanya, Rabu pekan lalu, Bennett bergabung dengan pemimpin oposisi Yair Lapid dalam gabungan pemerintahan dengan faksi-aksi segenap spektrum politik.

Baca selalu: PROFIL Naftali Bennett, Keras Terhadap Palestina, Incar Posisi Benjamin Netanyahu

Bersandarkan kesepakatan rotasi kepemimpinan di koalisi baru ini, Bennett akan menjabat sebagai pertama Menteri yang akan mengoper Benjamin Netanyahu, lalu dilanjutkan oleh Yair Lapid.

Sejauh ini belum ada tanggal yang ditetapkan bagi pemungutan suara di parlemen untuk menyetujui koalisi pemerintahan baru Bennett-Yapid. Tetapi diperkirakan mereka akan dilantik pada 14 Juni kelak.

Tuduhan Netanyahu ini muncul pada saat pihak keamanan dalam kampung Israel mengingatkan masyarakat mengenai kemungkinan adanya kekerasan politik di negeri zionis itu.

Dalam peringatan publik yang langka, kepala badan keamanan internal Shin Bet mengatakan pada hari Sabtu bahwa wacana online yang semakin ekstrem mampu menyebabkan kekerasan.

Sambil mengutuk kekerasan & hasutan, Netanyahu (71) mengulangi penunjukannya atas koalisi Lapid-Bennett sebagai aliansi kiri dengan berbahaya.

Baca juga: Palestina Tolak Konfederasi Anti-Netanyahu di Israel: Tak Ada Bedanya