Temuan KPK: Ada Dokumen Terkait Suap di Rumah Biro Aziz Syamsudin

0
15

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Awak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan terkait kasus dugaan suap untuk tidak menaikkan perkara ke tingkat penyidikan, Rabu (28/4/2021).

Adapun lokasi yang digeledah yakni ruang kerja Wakil Pemimpin DPR Azis Syamsuddin di gedung DPR berserta vila dinasnya.

Sedangkan dua lokasi lainnya merupakan apartemen dari pihak-pihak dengan terkait dengan perkara ini.

Baca juga: Geledah Ruangan Azis Syamsuddin, KPK Bawa Lima Koper

“Rabu (28/4) awak penyidik telah selesai melakukan upaya paksa penggeledahan pada 4 lokasi berbeda dalam wilayah Jakarta, ” sebutan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (29/4/2021).

Dalam proses penggeledahan tersebut, kata Ali, ditemukan & diamankan bukti-bukti di antaranya berbagai dokumen dan bahan yang terkait dengan tentang.

Baca juga: Respons Airlangga Hartarto Zaman Ditanya Kasus Azis Syamsuddin: Nanti Ada Waktunya

“Selanjutnya bukti-bukti ini, akan segera dianalisa mendalam serta verifikasi untuk segera diajukan penyitaan sebagai bagian dalam berkas urusan dimaksud, ” katanya.

Nama Azis Syamsuddin terseret kasus ini karena diduga menjadi perantara dengan mengenalkan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial dengan penyidik KPK Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju.

KPK menduga pertemuan keduanya berlaku di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan di dalam Oktober 2020.

Baca selalu: KPK Geledah Ruang Kerja Azis Syamsuddin di DPR, Habiburokhman: MKD Akan Mendampingi

Dalam pertemuan tersebut, diduga Syahrial meminta tumpuan Robin untuk mengurus urusan dugaan korupsi jual beli jabatan yang sedang diselidiki KPK agar tidak terangkat ke penyidikan. KPK memperhitungkan Robin menerima uang Rp1, 3 miliar dari Rp1, 5 miliar yang dijanjikan.

Geledah kantor