Satgas Ajak Masyarakat Ikut Rajin Monitoring Efek Samping Pascavaksinasi Covid-19

0
19

Laporan Wartawan Tribunnews. com Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan sejauh ini negeri belum menemukan efek tepi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat dalam program vaksinasi Covid-19.

Meski begitu, pemerintah mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan, bila merasakan atau bahkan menjumpai efek samping setelah divaksinasi.

Diketahui, Per 20 Maret 2021, masyarakat yang telah menerima vaksin sudah menyentuh angka 5 juta orang.

“Bagi siapapun penerima vaksin yang menjalani efek samping atau menikmati sakit yang tidak adil setelah melakukan vaksinasi, harap segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat, ” sekapur Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Konferensi pers maya yang disiarkan Youtube Tata usaha, Selasa, (23/3/2021).

Wiku mengatakan peran serta aktif masyarakat dapat menjelma sumbangsih masyarakat dalam mensukseskan monitoring KIPI yang dilakukan pemerintah pusat, baik Persen Nasional KIPI maupin Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).

Baca juga: Riset Ipsos Ucap 80 Persen Masyarakat Indonesia Sambut Baik Vaksinasi

Baca juga: Sri Mulyani: Data Kesehatan tubuh Beberapa Negara Bobol karena Vaksinasi

Baca pula: 57 Seperseribu Lansia Calon Jemaah Haji Tunggu Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

& bagi masyarakat yang telah divaksinasi, pemerintah menganjurkan agar tidak mengunggah data brevet bukti telah divaksin ke media sosial.

Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada seorang lansia pada kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Cibubur Junction, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021). Lippo Malls menambah jumlah kepala untuk membuka layanan vaksinasi Covid-19 sebagai bentuk komitmen Lippo Malls dalam menjunjung pemerintah melalui gerakan bergabung sukseskan program vaksinasi nasional untuk merealisasikan target nasional 1 juta vaksin mulai hari, di Cibubur Juntion. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Termasuk juga tak dianjurkan untuk membagikan data sertifikat bukti tersebut kepada pihak lain. Hal tersebut untuk menjaga keamanan bahan pribadi masyarakat yang menerima vaksin tersebut.

“Penting untuk diketahui, di dalam sertifikat bukti tersebut terdapat data pribadi di dalam bentuk QR code yang dapat dipindai. Maka, gunakan sertifikat tersebut sesuai kebutuhannya, karena tersebarnya data pribadi dapat membawa resiko bagi kita, ” lanjutnya.