Dorong Perpres Usaha Miras, Tentu Ingatkan Bahaya Kerusakan Adab

0
32

Keterangan wartawan Tribunnews. com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Pengantara Ketua Umum Pimpinan Induk Persatuan Islam (Persis), Jeje Zaenudin sangat menyayangkan beberapa isi Perpres Nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Perpres tersebut dianggapnya, memberi kelonggaran ivestasi asing pada produksi minuman bersusah-susah atau beralkohol hingga pada tingkat pengecernya.

“Sebagai kaum dan masyarakat religius, kita harus berpedoman kepada patokan dasar agama yang membuktikan bahwa a l khamru, ummul khabaaits, minuman keras ialah induk segala kejahatan, ” kata Jeje melalui bahan tertulis, Minggu (28/2/2021).

Menyuarakan juga: Perpres Investasi Miras di Bali-Papua, Pengamat: Bisa Tingkatkan Turis

“Presiden RI Joko Widodo di hal ini seperti melalaikan tanggung jawab moralnya pada masa depan akhlak marga, ” tambah Jeje.

Seharusnya, menurut Jeje, segala peluang yang mampu menimbulkan dampak kerusakan budi bahasa dicegah melalui peraturan.

Bukan sebaliknya malah diberi legalitas hanya sebab mengharap keuntungan materil secara masuknya investasi asing.

Membaca juga: Muda di Korea Utara Diasingkan Bersama Keluarganya Gegara Ketahuan Nonton Film Porno

“Menurut pendirian saya, bagaimanapun peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak bisa mengabaikan norma agama dan budaya bangsa yang religius, ” ujar Jeje.

Dirinya mengingatkan mematikan kerusakan moral masyarakat, kelanjutan dari minuman keras.

“Dampak kerusakan sopan anak bangsa akan jauh lebih besar harganya dibanding harapan keuntungan materi, ” katanya menambahkan.

Perpres itu, menurutnya, serupa tidak mempertimbangkan RUU tentang larangan miras yang padahal dibahas di DPR.

Sekiranya bertentangan secara aspirasi masyarakat yang sedangkan diserap dalam pembahasan pada DPR, tentu menjadi tambah kontroversial.