Malaysia Berharap Pengiriman Vaksin BioNTech-Pfizer dari Eropa Sesuai Rencana

0
48

Malaysia Berniat Pengiriman Vaksin BioNTech-Pfizer dari Eropa Sesuai Rencana

Menteri Sains Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengatakan Duta Besar Belgia, Pascal Gregoire memberikan jaminan bahwa vaksin Pfizer untuk negara Asia Tenggara akan terpenuhi, setelah perusahaan farmasi tersebut mengajukan izin ekspor.

“Dengan jaminan dari Uni Eropa dan Duta Besar Belgia, rencana vaksinasi COVID-19 diharapkan berlaku sesuai rencana, ” kata Khairy dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya pada pekan lalu, Komisi Eropa telah memakbulkan rencana mengontrol ekspor vaksin COVID-19 Pfizer yang diproduksi di Belgia, karena perlu memastikan pasokan untuk negara-negara Uni Eropa.

Pada hari Senin (01/02), Malaysia berharap akan menerima batch baru vaksin Pfizer, yang dikembangkan bergabung oleh perusahaan farmasi Jerman, BioNTech, bersama mitranya di Amerika Konsorsium (AS) Pfizer, pada 26 Februari 2021.

Malaysia mengumumkan telah menyetujui pembelian 12, 8 juta dosis vaksin, dengan satu juta dosis pertama dijadwalkan tersedia pada kuartal pertama tahun ini. Pengiriman vaksin sebanyak 1, tujuh juta, 5, 8 juta, serta 4, 3 juta dosis akan menyusul secara bertahap pada kuartal berikutnya.

Malaysia pula menandatangani kesepakatan kedua dengan Pfizer untuk mendapatkan tambahan 12, dua juta dosis vaksin, di bibir perjanjian pembelian 18, 4 juta dosis vaksin lain yang dibuat oleh Gamaleya Research Institute Rusia dan Sinovac Cina.

Vaksin belum tiba, lockdown diperpanjang

Pemerintah Malaysia di dalam hari Selasa (02/02) mengumumkan perpanjangan kebijakan lockdown selama dua minggu ke depan. Rencana tersebut merupakan yang kedua kalinya bagi Malaysia dalam memberlakukan penguncian wilayah.

“Kementerian Kesehatan memastikan kejadian harian di semua negara bagian masih menunjukkan tren peningkatan, ” kata Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob. Sehari sebelumnya Kementerian Kesehatan tubuh mengumumkan lebih dari 4. 200 kasus baru, menjadikan jumlah tertimbun lebih dari 220 ribu kejadian.

Masyarakat diimbau untuk tinggal di rumah, perjalanan dibatasi dalam jarak 10 kilometer lantaran rumah mereka, dan perjalanan melintasi batas negara juga dilarang.

Menkes Ismail sebelumnya mengucapkan bahwa lebih dari 800 warga ditangkap karena dugaan pelanggaran metode lockdown yang dilakukan pada keadaan Minggu (31/01).

Namun, berbagai bisnis akan dapat balik beroperasi selama penguncian kedua. “Kami sadar bahwa jika kami mengucup ‘ekonomi’ secara total, itu bakal menyebabkan kesulitan, ” kata Ismail, Selasa (02/02).

ha/hp (Reuters, dpa)