Menlu Retno Pernah Singgung Kekerasan ABK WNI saat Bertemu Menlu China

0
44

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA — Dugaan penindasan pada empat ABK WNI dengan bekerja di kapal China balik terjadi.

Diketahui suatu video viral di sosial media, memperlihatkan empat ABK WNI memerkarakan penyiksaaan yang mereka alami era bekerja di kapal ikan RRT Liao Yuan Yu 103.

Mereka mengaku tidak menerima gaji, jam kerja yang berlebihan, makanan tidak memadai dan mengalami kekerasan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pernah menyinggung pemerintah Tiongkok biar serius menangani kasus kekerasan yang menimpa ABK WNI, saat bersemuka Menlu China Wang Yi, pada Sanya, China, dalam lawatan di 19 -21 Agustus 2020 awut-awutan.

Baca: Kemlu Telusuri Aduan Penyiksaan Empat ABK WNI di Kapal China

“Saya sampaikan balik concern Indonesia mengenai masih terjadinya kasus-kasus yang menimpa ABK Indonesia yang bekerja di kapal-kapal ikan RRT, ” ujar dia.

Ia menekankan kepada Menlu Wang Yi, agar pemerintah Tiongkok ikut menangani dan bukan memandang kasus kemanusiaan itu hanya menjadi isu antara swasta.

“Saya menekankan bahwa isu ini sudah bukan merupakan isu jarang swasta, namun pemerintah sudah harus terlibat untuk memastikan bahwa pelanggaran-pelanggaran kemanusiaan ini tidak terjadi di masa mendatang, ” jelas Retno.

Kasus kekerasan pada ABK WNI saat bekerja di kapal ikan China bukanlah kasus prima yang terjadi.

Sebelumnya, empat ABK WNI di pesawat Tiongkok Han Rong 363 serta Han Rong 368 harus merenggang nyawa dan jenazahnya dilarung ke laut pada Juli 2020.

Kasus tersebut cukup mengambil perhatian publik. Sampai saat itu, Indonesia terus menunggu hasil analisis dan penegakan hukum otoritas RRT atas kasus kematian itu.