Perseorangan Dosen Lakukan Pelecehan Seksual Masa Bimbingan Skripsi, Ini Sanksi dengan Diberikan Pihak Kampus

0
55

TRIBUNNEWS. COM – Kasus pelecehan seksual dilakukan sebab oknum dosen di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Oknum dosen tersebut melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi saat bimbingan skripsi.

Akibat perbuatannya oknum dosen fakultas hukum tersebut mendapatkan skors selama lima tahun dari kampus.

Majelis kode pandangan hidup Fakultas Hukum Universitas Mataram tidak memberikan sanksi barupa pencopotan ataupun pembarhentian karena korban tidak mau masalah ini dibawa ke dataran rendah hukum.

Direktur Sandaran Hukum Universitas Mataram, Joko Jumadi menjelaskan dalam kode etik universitas disebutkan pemberhentian bisa dilakukan semasa oknum tersebut terbukti bersalah secara pidana.

Sedangkan target tidak ingin identitasnya diketahui sebab jika kasus ini dipidanakan identitasnya akan terbongkar.

Namun, kemungkinan oknum dosen tersebut diberhentikan masih ada jika ada petunjuk baru.

Baca: Viral Korban Pelecehan Sebut Alat Vital Milik Pelaku Kecil saat Dipameri, Ini Simpulan Psikolog

“Tapi kami membuka diri. Kalau di dalam masa skorsing ada yang mengadukan secara pidana dan terbukti oleh karena itu secara otomatis pemecatan dapat dikerjakan ke pelaku, ” ujarnya dilansir YouTube Kompas TV, Kamis (23/7/2020).

Joko Jumadi melahirkan hingga saat ini sudah ada tiga orang yang melapor sebagai korban pelecehan seksual yang dikerjakan oknum dosen.

“Ada tambahan 2 orang yang melapor melalui WhatsApp ketua komisi nilai. Secara informal dua secara halal satu. ”