Sinse Tegaskan Minum dan Mandi Air Panas Tidak Bisa Matikan Covid-19

0
18

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA — Banyak mitos-mitos yang beredar di klub terkait cara-cara mudah yang mampu dilakukan untuk mencegah virus corona (covid-19).

Metode membinasakan virus corona dengan minum tirta panas dan mandi air radang termasuk yang banyak beredar dalam masyarakat karena suhu panas dianggap bisa mematikan virus.

Faktanya Pakar Keburukan Dalam Spesialis Paru-Paru Internis Pulmonologist FKKMK Universitas Gajah Mada (UGM), dr. Sumardi, Sp. PD, KP., FINASIM., membantah kalau minum panas dan mandi air panas mampu mematikan Covid-19.

“Klaim itu tidak benar, minum maupun mandi air panas tidak bisa membunuh Covid-19, ” kata dr. Sumardilansir dari website UGM.

Baca: Kelompok Indonesia Timur Tolak Implementasi Peraturan Minerba

Baca: Soal New Normal, Mahfud MD: Nanti Kita Akan On-Off

Dr. Sumardi menjelaskan suhu air panas yang diminum tidak akan mencapai virus covid-19 yang berada di sel tubuh dan tubuh memiliki kemampuan secara otomatis untuk menyusun suhu saat mendapatkan serangan virus.

“Kalau ada virus yang masuk ke tubuh maka suhu tubuh akan naik secara sendirinya untuk menetralkan virus, ” ungkap dr. Sumardi.

Dr. Sumardi menjelaskan ada pengkajian yang mengungkapkan kalau suhu bertambah dari 58 derajat bisa membunuh virus SARS tapi ternyata suhu tersebut berbahaya bagi tubuh.

Pertama kalau meminum cairan dengan suhu panas bisa kritis bagi kesehatan lambung karena air panas melemahkan jaringan lambung.

Kedua jika mandi air panas terus-terusan oleh sebab itu akan merusak jaringan sel jangat dan efek paling cepatnya merupakan kulit jadi kering.

“Jadi, tidak perlu minum ataupun mandi air panas karena malah akan mengacaukan sistem tubuh, ” kata dr. Sumardi.

Dibanding dengan air panas yang paling baik adalah menerapkan contoh hidup bersih dan sehat mulai dari mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan asupan sehat.