Hidup dan Orangtua PNS RSPAD Gatot Soebroto yang Wafat karena Covid-19 Terima Santunan

0
110

Keterangan Wartawan Tribunnews. com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA kacau Ahli waris dua PNS TNI AD dari Rumah Sakit Sentral Angkatan Darat atau RSPAD Gatot Soebroto yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona atau Covid-19 menerima Santunan Resiko Kematian Istimewa (SRKK) tewas dari Asabri.

Kepala Dinas Penerangan Legiun Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus mengatakan, santunan senilai Rp 326. 928. 600 diserahkan kepada istri almarhum Perawat di Bagian Dokmil RSPAD Gatot Soebroto yang meninggal dunia pada 31 Maret 2020 lalu, Sugiarto, yakni Ary Suryanti.

Mengucapkan: Klaster Baru di Batam Asing, Sekeluarga Positif Covid-19 Meski Tidak Pernah Kemana-mana

“Sementara santunan Asabri senilai Rp 286. 031. 100 diserahkan kepada ahli waris almarhumah Perawat di Instalasi Rawat Pekerjaan RSPAD Gatot Soebroto, Novera, dengan meninggal dunia pada 11 April 2020 lalu yakni kedua karakter tuanya, Supardi dan Ofnetty, ” kata Nefra dalam keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Darat dalam Senin (18/5/2020).

Nefra mengatakan selain itu para ahli waris juga menerima pengembalian dana (Baltab) TWP AD yang diserahkan oleh Direktur Utama PT BP TWP AD Mayjen TNI Sudirman dengan nilai tunai sesuai masa dinasnya dan bantuan beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp 30 juta.

“Kepada ahli waris masing-masing juga menerima santunan berupa biaya perawatan jenazah sebesar 7, 5 juta Rupiah, serta gaji terusan selama 12 bulan ke depan, ” sekapur Nefra.

Dalam jalan tersebut, kedua ahli waris almarhum/almarhumah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepla Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, jajaran PT Asabri, PT TWP dan Kasgartap I Jakarta atas perhatian & bantuannya.

Para cakap waris juga menyampaikan permohonan maaf bila almarhum/almarhumah selama mengabdi dan bekerja kurang maksimal.

Menanggapi pernyataan kedua ahli waris tersebut, Andika menyampaikan bahwa tak ada kekurangan dalam diri almarhum/almarhumah.

“Mereka telah menyerahkan pengabdian yang terbaik kepada Laskar Darat dan masyarakat Indonesia. Masukan pengabdian yang paling berharga merupakan nyawanya, ” kata Andika.