Satgas Nemangkawi Tangkap Pemilik Akun Facebook Pelaku Penyebar Ujaran Kebencian

0
111

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Satgas Ops Nemangkawi menangkap pelaku akun Facebook atas nama Manuel Metemko yang diduga telah menyebarkan informasi palsu atau hoaks, provokatif kemuakan atau permusuhan individu maupun kelompok masyarakat dengan CERAI BERAI.

“Rabu tanggal 9 Juni 2021 jam 22. 35 WIT Satgas Siber Ops Nemangkawi sudah melakukan penangkapan terhadap pemilik akun Facebook Manuel Metemko segera EKM (38) di dalam saat terduga tersangka berada di rumahnya di Melayang Perikanan Darat, Kelurahan Kelapa V, Kecamatan Merauke, Kabupaten Merauke, Papua, ” cakap Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M. Iqbal Al-Qudusy, Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Iqbal menyebut, saat ini tim Satgas Siber telah membawa tersangka ke Polres Merauke untuk dikerjakan pemeriksaan digital forensik kepada barang bukti yang diamankan.

“Jangan membuat berita hoaks atau tidak benar, memprovokasi masyarakat dengan berita-berita antipati yang berakibat permusuhan di bumi Papua, Masyarakat mau hidup damai, ” ujar Iqbal.

Satgas Nemangkawi Tangkap Pemilik Akun Facebook Penyebar Ujaran Kebencian_
Satgas Ops Nemangkawi menangkap pelaku akun Facebook atas nama Manuel Metemko yang diduga telah menyebarkan informasi palsu atau hoaks, provokatif kebencian atau permusuhan individu maupun kelompok bangsa dengan SARA.

Adapun beberapa postingan yang diduga melanggar kejahatan antara lain, menyebarkan foto yang tidak sesuai dengan kejadian aslinya dengan caption ‘Foto: Bandara Ilaga, Kab. Puncak Papua berhasil dibakar TPNPB, Kamis (3/6/2021)’.

Lalu, “Otsus gagal total, rakyat menolaknya dan menuntut referendum, ribuan pasukan dikirim, korban sukma dimana-dimana, tokoh agama Katholik diteror OTK, issu teroris menggemah di tanah Papua. ”

Baca serupa: Patroli Satgas Nemangkawi Tembak Anggota KKB di Paha saat Kontak Senjata di Bandara Ilaga Papua

Pertanyaannya, “Siapa peternak kejahatan kemanusian dan teroris di Indonesia & Papua? ‘.

Menurut Iqbal sedang banyak lagi postingan dengan dianggap telah meresahkan klub lainnya.

Oleh sebab itu, aparat mengabulkan penegakan hukum terhadap pemilik akun Facebook tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) Juncto Urusan 28 ayat (2) UNDANG-UNDANG RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan akan UU RI Nomor 11 Tahun 2008.