Penentangan Para Pekerja di Bangladesh Berujung Maut, 5 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Luka-luka

0
156

TRIBUNNEWS. COM berantakan Lima karakter dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka, setelah alat polisi menembakan protes pekerja pada Sabtu (17/4/2021).

Dalam pertemuan kawula tersebut, pengunjuk rasa memprotes dan menuntut gaji yang belum dibayar.

Polisi menerangkan, mereka selalu menuntut kenaikan gaji dalam pembangkit listrik yang didukung China.

Reuters melaporan, bersandarkan penuturan Azizul Islam kepada Reuters, pihak berwajib melepaskan tembakan setelah sekira 2. 000 pengunjuk rasa mulai melemparkan batu bata dan batu ke arah aparat di lokasi konstruksi pembangkit listrik tenaga batu panas di kota Chittagong tenggara.

Baca juga: Komisi IX: Vaksinasi Covid-19 Harus Dibarengi Protokol Kesehatan Ketat Jika Tak Mau Seperti India

Mengucapkan juga: Diplomasi Durian ala Diaz Hendropriyono saat Diskusi dengan Dubes India YM Manoj

Chittagong
Seorang polisi (tengah) membuang letih setelah dirawat di suatu rumah sakit di Chittagong pada 17 April 2021, menyusul aksi protes secara para pekerja di letak konstruksi pembangkit listrik yang dibiayai China.

“Empat pengunjuk rasa tewas di tempat kejadian dan satu lagi wafat setelah dilarikan ke rumah sakit, ” katanya.

“Kami mencoba mengendalikan situasi, ” ungkp Agama islam, seraya menambahkan bahwa sekiraa enam petugas polisi termasuk di antara mereka dengan terluka.

Para-para pekerja menyerang dan menghasut beberapa bangunan di pembangkit listrik 1. 320 megawatt, yang terletak 265 kilometer di tenggara Ibu Tanah air, Dhaka.

Baca juga: India Tangguhkan Ekspor Remdesivir karena Lonjakan Kasus Covid-19

Baca pula: India Pecah Rekor Baru, Tambahan Peristiwa COVID-19 169. 914 di Sehari hingga Geser Gaya Negeri brazil

Aksi Protes di India
Seorang adam yang terluka beristirahat di kursi roda setelah dirawat di sebuah rumah kecil di Chittagong pada 17 April 2021, menyusul protes dengan mendemonstrasikan para pelaku di lokasi konstruksi penyemangat listrik yang dibiayai China.

Tuntutan para Pekerja

Pejabat negeri daerah Saiduzzaman Chowdhury mengucapkan para pekerja memprotes imbalan yang belum dibayar serta menuntut kenaikan gaji & pengurangan jam selama kamar suci Ramadhan, yang dimulai minggu ini, ketika Muslim berpuasa dari matahari datang hingga terbenam.

Beberapa pekerja yang terluka mengalami luka tembak serta dibawa ke rumah sakit di Chittagong, katanya.