Masalah Keamanan di Papua Menjadi Tantangan Penyaluran Bantuan

0
152

TRIBUNNEWS. COM, PAPUA – Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) terus berlanjut buat meringankan beban warga kurang mampu akibat pandemi covid-19. Pemerintah juga memastikan biar Bantuan Sosial Tunai (BST) dapat dikirimkan merata ke berbagai wilayah. Termasuk Papua.

BST adalah program dari Kementerian Baik (Kemensos) yang ditujukan pada keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak covid-19. Pada setiap KPM akan menerima sandaran tunai Rp300 ribu. Tahun ini, ditargetkan 10 juta KPM dapat menerima BST.

Untuk metode penyalurannya, Kemensos dibantu oleh PT Pos Indonesia.

Khusus wilayah Papua menjadi tanggungjawab Kantor Pos Indonesia Regional 11 Papua.

“Regional 11 meliputi Daerah Papua (29 kabupaten/kota) serta Papua Barat (13 kabupaten/kota), ” ujar Kepala PT Pos Indonesia Regional 11 Papua Joniar Sinaga, di pernyataan tertulisnya, Senin, satu Maret 2021.

Baca serupa: BTS Kembali Raih Dua Penghargaan 18th Korean Music Awards

Joniar menjelaskan, ada 97. 868 KPM yang harus diberikan BST pada penyaluran tahap dua ini di wilayah regional 11 hingga saatt tersebut proses pembayaran masih langsung berlangsung, khususnya di cluster 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Ada tiga cara penyaluran BST yang dilakukan Pos Indonesia Regional 11.

Pertama, proses pembayaran dilakukan di kantor pos terdekat. Kedua, menggandeng komunitas. Cara pembayaran dilakukan di biro kelurahan, kantor distrik/koramil, & kantor Pemda.

“Untuk lanjut usia (lansia), sakit, dan penyandang disabilitas akan diantar langsung ke rumah KPM, ” ujar Joniar dalam keterangannya, Senin (2/3/2021).

Di dalam proses penyalurannya, Joniar mengatakan masalah keamanan di Papua bisa menghambat proses pembagian BST. Situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua, misalnya. Telah terjadi dasar tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan prajurit TNI, pada Minggu, 28 Februari, dini hari.