Kanker Usus Besar Dapat Dicegah dengan Deteksi Setiap 10 Tahun Sekadar

0
190

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS. COM, MANADO – Hari Kanker Sedunia yang kita peringati setiap tahun memberi pengingat pada kita agar terbiasa melakukan deteksi dini berperan mencegah timbulnya sel kanker di tubuh, termasuk deteksi kanker usus besar atau disebut kanker kolorektal.

Dokter penyakit dalam dr Harlinda Haroen, Sp. PD – KHOM mengatakan, kanker kolorektal dapat dideteksi sejak dini dengan kolonoskopi.

Dr Harlinda menyarankan agar kelompok dapat menjalani kolonoskopi setidaknya 10 tahun sekali.

“Selain deteksi melalui kolonoskopi, disarankan pada setiap tahun melakukan pemeriksaan colok dubur, cek kadar CEA (pertanda tumor) dalam darah dan tes hajat, ” katanya saat edukasi kesehatan yang diselenggarakan Siloam Hospitals Manado melalui Webinar belum lama ini.

Menangkap juga: Hanya Asing Dosis, Penanganan Kanker Anak Pasti Sama Dengan yang Diidap Dewasa

Berbagai modus ini dilakukan untuk mendeteksi adanya polip sejak dini agar kemajuan sel abnormal bisa ditanggulangi sebelum menjadi kanker.

Dia menambahkan, mendeteksi adanya polip ialah langkah utama mengenali gejala kanker usus besar.

Baca juga: Jangan Lakukan Hal Ini Era Hamil, Bisa Sebabkan Kanker Pada Janin

“Ketika polip sudah berubah ganas, lazimnya muncul gejala seperti berdarah era buang air besar, diare serta sembelit tanpa sebab, berlangsung lebih dari enam minggu.

“Juga merasakan buang air besar yang tidak tuntas dan penurunan berat badan dengan cepat minus sebab dan badan terasa lesu, ” katanya.

dr Harlinda Haroen, Sp. PD – KHOM., mengatakan, pengantara kanker kolorektal ada yang bisa dikendalikan dan beberapa tidak mampu diubah karena melekat pada penanggung.

Menurutnya, faktor risiko kanker usus besar yang tidak bisa diubah antara lain faktor usia di atas 50 tarikh, punya riwayat polip, penyakit usus besar, dan faktor keturunan.

“Namun, ada juga ciri risiko yang bisa dikendalikan, yakni menjaga gaya hidup sehat & pola makan bergizi seimbang, ” sebut Haroen.

Disebutkan, pencegahan dapat dilakukan melalui diet seimbang, terutama bagi penderita sakit dan membatasi konsumsi daging abang termasuk daging olahan dan berhenti merokok serta berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol.

Kanker Usus Besar menempati urutan ke tiga sebagai kasus kanker di Indonesia. Kanker yang walaupun amat benar bisa di deteksi dini, namun di sisi lain gaya hidup tidak sehat memiliki pengaruh dominan.

“Kanker kolorektal ialah keganasan yang menyerang jaringan usus besar san rektum/bagian usus menyesatkan bawah sampai anus/dubur, ” katanya.