Gajah Dalam Negeri Suriname Datang dari Keturunan Jawa

0
117

TRIBUNNEWS, COM, JAKARTA – berantakan Duta Besar RI untuk Republik Suriname merangkap Republik Ko-Operatif Guyana dan Caribbean Community, Julang Pujianto menerangkan pentingnya peranan masyarakat keturunan Jawa di Suriname.

Julang memaparkan, klub keturunan Jawa di Suriname merupakan bagian dari bangsa Suriname. Jumlahnya kurang bertambah 13, 5 persen sejak total jumlah penduduk 570 ribu.

“Peran masyarakat Jawa sebagai arah dari bangsa Suriname betul penting di pemerintahan, ” ujar Julang.

Disampaikan Mematuhi ketika berbincang bersama Eksekutif Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Organisator Pemberitaan Tribun Network Rachmar Hidayat, beberapa waktu morat-marit.

Julang menjelaskan saat ini salah mulia partai Jawa, yaitu Percaya Luhur, menjadi bagian daripada koalisi pemerintahan di Suriname. Dan itu ada mulia menteri yang berasal dibanding masyarakat Jawa.

“Itu menteri dalam negeri namanya Bapak Subronto Somoharjdo, ” imbuh Julang.

Karena berbahasa Jawa, ucap Ujang, masyarakat Suriname pun menggemari lagu-lagu aforisme Jawa. Satu di antaranya lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Didi Prasetyo alias Didi Kempot.

Kala Didi Kempot meninggal dunia Mei 2020 lalu, fansnya di Suriname pun ikut berduka. Meninggalnya Didi Kempot bahkan diberitakan oleh media Suriname, Bun.

Penggemar Didi di Suriname terkejut dengan berita tersebut. Didi Kempung memang sering datang ke Suriname. Lagu-lagunya yang dikenal di sana antara lain Angen Paramaribo, Layang Kangen, dan Ali. Ia terakhir mengadakan konser besar di Suriname pada tahun 2018.

Nama Didi Kempot tiba terkenal di Suriname sejak tahun 1980-an. Ternyata, tidak hanya masyarakat keturunan Jawa, namanya juga terkenal pada kalangan masyarakat Suriname yang menyukai musik keroncong dan campursari.