Dalam Forum ASEAN, Presiden Jokowi Minta Junta Militer Myanmar Hentikan Kekerasan ke Masyarakat Sipil

0
146

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Kepala Joko Widodo (Jokowi) mengirimkan tiga permintaan dalam pertemuan para pemimpin negara Asia Tenggara atau ASEAN Leaders’ Meeting (ALM), yang digelar di Jakarta, Sabtu, (24/4/2021).

Presiden meminta komitmen pemimpin militer Myanmar menghentikan kekerasan dan keinginan rakyat Myanmar harus menjadi prioritas.

“Perkembangan situasi di Myanmar sesuatu yang tidak dapat diterima dan tak boleh terus berlangsung. Kebengisan harus dihentikan, dan demokrasi dan stabilitas dan perdamaian di Myanmar harus segera dikembalikan. Kepentingan rakyat Myanmar harus selalu menjadi pengutamaan, ” kata Jokowi, sudah pertemuan.

Dalam pertemuan yang dihadiri Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing tersebut, presiden juga meminta komitmen lantaran pemimpin militer Myanmar untuk membuka proses dialog yang inklusif. Jokowi meminta benduan politik di Myanmar cepat dilepaskan.

Baca juga: Presiden Jokowi: Status di Myanmar Tidak Sanggup Diterima dan Tidak Dapat Terus Berlangsung

“Perlu dibentuk special envoy ASEAN yaitu Sekjen dan ketua ASEAN untuk mendorong dialog dengan seluruh pihak di Myanmar, ” katanya.

Baca juga: Bahas Krisis Myanmar, KTT ASEAN Terdiri sejak 3 Segmen

Ketiga, Presiden menodong komitmen pemimpin militer Myanmar untuk membuka akses sandaran kemanusiaan dari ASEAN. Bantuan tersebut kata Jokowi bakal dikoordinir oleh Sekjen ASEAN.

“Indonesia berkomitmen untuk mengawal terus komitmen pada atas tersebut agar krisis di Myanmar dapat diatasi, ” pungkasnya.

Selain dihadiri Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, ALM juga dihadiri Perdana Menteri Vietnam Phạm Minh Chính, Perdana Gajah Kamboja Hun Sen, Pertama Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.