Negeri Diminta Segera Antisipasi Pengerjaan Limbah Sampah Medis Supaya Tidak Menjadi Bom Masa

0
40

Petunjuk Wartawan Tribunnews. com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Penanganan limbah sampah medis Covid-19 ditengarai tidak sesuai kaki. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah mengambil modus antisipasi sebelum jadi peledak waktu yang membahayakan kesehatan tubuh masyarakat.

“Pemerintah harus segera tanggap & ambil langkah antisipasi soal penanganan limbah sampah medis yang amburadul dan tidak sesuai standar. Jangan sampai menjadi bom waktu yang berbahaya bagi kesehatan asosiasi. Kita tidak ingin perkara limbah menjadi pemicu munculnya persoalan kesehatan lainnya, ” ujar Netty, kepada kuli, Minggu (13/6/2021).

Menurut Netty, limbah medis yang tak dikelola dengan baik dan aman dapat menyebabkan aib, karena mengandung zat berbahaya seperti patogen, genotoksik, bahan-bahan kimia atau obat beracun dan radioaktif.

“Pandemi Covid-19 tentu meninggalkan akumulasi limbah medis di rumah sakit dan fasilitas penyajian kesehatan lainnya. Pengelolaan limbah ini membutuhkan sinergitas jarang Kementerian Lingkungan Hidup, Kemenkes, Satgas Covid-19 dan pemda terkait. Harus dilakukan pengecekan ke daerah-daerah apakah pada setiap fasyankes yang ada memiliki sistem pengolahan limbah medis yang standar, ” tambahnya.

Baca juga: Cegah Penyebaran Wabah Covid Melalui Limbah Medis, Panti Sakit Gandeng PPLI

Kekhawatiran Legislator Dapil Jawa Barat VIII soal buruknya penanganan limbah medis itu bukan tanpa alasan.

Kaum hari yang lalu, kotor plastik hingga limbah medis bekas antigen Covid-19 berserakan di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kabupaten Kudus.

“Kasus berserakannya sampah medis pada Kudus menjadi peringatan untuk pemerintah untuk lebih waspada. Kita tidak ingin urusan ini seperti gunung es yang tampak di permukaannya saja, ” katanya.