PKB Tawarkan Poros Harapan Anyar Jelang Pilpres 2024

0
48

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Dinamika politik menyambut Pemilu 2024 semakin menghangat belakangan ini.

Bila sebelumnya ada gagasan Poros Partai Islam, Partai Penentangan Bangsa (PKB) menawarkan rencana koalisi atau poros anyar dengan istilah Poros Jalan Baru.

Baca juga: Pasha Ungu Merembes Bursa Pilkada DKI 2022? Sempat Bela Anies serta Kritik Giring Soal Banjir Jakarta

Baca serupa: PKB: Berhenti Rencana Tarif ATM Link Bank Plat Merah

Wakil Kepala Umum DPP PKB Bagian Pemenangan Pemilu Jaziliul Fawaid mengatakan, kepemimpinan nasional ke depan harus bisa menyampaikan harapan baru di tengah krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19.

”Kalau bicara soal poros, apapun jenis porosnya PKB akan gunakan tanda Poros Harapan Baru. Kita ingin kedepan ini tersedia sesuatu yang baru, segalanya yang memberikan harapan segar di tengah pandemi, memberikan solusi di atas semua krisis, ” ujar Gus Jazil–sapaan akrab Jazilul Fawaid, Selasa (1/6/2021).

Menurutnya, pascapandemi Covid-19, Indonesia mengalami berbagai krisis tiba krisis kesehatan, ekonomi dan lainnya yang membutuhkan pengerjaan dan perhatian serius dibanding seluruh elemen bangsa.

”Itulah mengapa kita perlu ada harapan gres bagi masyarakat. Kalau perkara figur capresnya siapa, sungguh nanti kita bahas beriringan partai koalisi. Kalau parpol A sepakat, parpol B sepakat, jadi itu barang, ” urainya.

Baca pula: Jazilul Fawaid: Banyak Desakan Kalangan Bawah dan Kiai Minta PKB Usung Muhaimin Jadi Capres

Gus Jazil juga mengatakan, saat ini PKB sudah melakukan langkah pemenangan menghadapi Pemilu 2024, terutama bagaimana partainya bisa menambah perolehan status di legislatif.

”Kami sudah jalan dengan cara kita. Tapi kalau yang dimaksud jalan itu harus pasang baliho & lainnya, kita belum. Pilpres ini masih jauh, Belanda masih jauh, ” tuturnya.

Gus Jazil yang juga Wakil Pemimpin MPR RI menambahkan, PKB memiliki pengalaman panjang pada pemerintahan karena sejak era Reformasi selalu berada di dalam pemerintahan atau di pihak yang menang.

Namun, bicara Pemilu 2024 dimana Pilpres dan Pileg digelar bersamaan maka PKB juga punya kepentingan untuk mendapatkan coat-tail effect ataupun efek ekor jas pada pencapresan bagi perolehan perkataan partai.

”Ini juga menjadi bagian yang harus dipikirkan dari kiprah pemenangan. Sekarang ini dengan ramai kan di lembaga survei, bukan di partai. Tapi saya akui kalau kader-kader PKB di lembah juga mendesak untuk memboyong calon sendiri karena lembaga-lembaga survei ini mulai ribut, kemudian jadi pemberitaan oleh karena itu kader di bawah serupa mulai ramai padahal memang parpol masih adem tenteram, ” katanya.

Baca juga: Buntut Penetapan Tersangka Korupsi Pengadaan Masker KN95, 20 ASN Dinkes Banten Mengundurkan Diri

Menurut Gus Jazil, fokus PKB keadaan ini adalah bagaimana di pileg nanti bisa memperoleh tambahan suara.

”Soal siapa calon presidennya, itu juga satu luwes. Makanya variabel elektablitas itu hanya satu variabel kecil dari orang untuk menjelma calon presiden. Masih tersedia variabel waktu yang pas panjang, untuk apa segera? Yang jelas PKB telah fokus dan sudah cakap siapa yang akan menang nanti, sudah ada dalam kantong dengan informasi ‘langit’ karena kalau di PKB ada variabel spiritual, variabel X, itu yang tak dibaca oleh lembaga inspeksi, ” tuturnya.