7 Sikap BKSAP DPR MENODAI Kutuk Tindakan Israel terhadap Palestina, Berikut Isinya

0
51

TRIBUNNEWS. COM porakporanda Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI membuktikan ada tujuh sikapnya buat mengecam tindakan kekerasan Israel terhadap Palestina.

Seperti yang dikatakan, Pengantara Ketua BKSAP DPR RI Achmad Hafisz Tohir, kejadian ini mendukung sikap negeri untuk mengutuk Israel.

Menurut Hafisz, telah lebih dari tujuh tarikh tindakan Israel dikecam, tapi nyatanya tak memberikan efek jera.

“Kutukan dan bidasan terhadap Israel selama bertambah dari tujuh dekade terbukti tidak menjerakan kesewenang-wenangan Israel, ” ucapnya dikutip dibanding laman DPR, Senin (17/5/2021).

Baca juga: AS Halangi Pernyataan Bersama-sama DK PBB Agar Israel-Hamas Gencatan Senjata

Malah sebaliknya, tinggi Hafisz, Isrel makin pede bahwa dunia internasional tak mungkin melakukan tindakan jelas untuk melawannya.

Sehingga, komunitas global sekadar lagi dipermalukan Israel.

Itu sebabnya, dunia internasional harus mengambil metode lebih nyata dan serius untuk menghentikan arogansi Israel dengan segala cara.

Termasuk, mempertimbangkan pendirian penjaga perdamaian internasional dikirim ke zona konflik di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Achmad Hafisz Tohir.

Baca pula: Pasukan Israel Tembaki Titik-titik Asal Peluru di Lebanon Selatan

Berikut poin sikap BKSAP DPR RI mengkutuk tindakan Israel, dikutip Tribunnews dari cuitan DPR RI, antara asing:

1. Mendukung penuh sikap Pemerintah Indonesia yaitu: mengutuk pengusiran warga Palestina di Yerusalem Timur dan menilai itu sebagai tindakan yang tidak dapat dibiarkan serta mendesak DK PBB untuk menjemput langkah nyata terhadap pengingkaran yang terus berulang dikerjakan oleh Israel termasuk menyampaikan sanksi internasional; mengecam meluasnya ketegangan dan kekerasan khususnya di Jalur Gaza dengan menyebabkan puluhan korban rohani warga sipil Palestina dengan tidak berdosa; berusaha semaksimal mungkin di semua garis untuk mendukung Palestina termasuk di Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestine , “; mengusulkan agar OKI serta GNB dapat segera melangsungkan pertemuan khusus untuk mempercakapkan situasi terkini terkait perselisihan Palestina-Israel; menilai normalisasi hubungan Palestina dan Israel tidak kabar menggembirakan bagi anak buah Palestina; menyerukan negara-negara Agama islam untuk membentuk front Islam bersatu melawan proyek normalisasi dengan Zionis; menyerukan kepada PBB dan OKI biar membentuk badan khusus rehabilitasi dan recovery Gaza dan Tepi Barat yang dibombardir Israel; mendesak agenda kebebasan bangsa Palestina harus lekas dibicarakan di meja diplomasi internasional sesegera mungkin secara adil, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kesetaraan & kemanusiaan; konsisten berjuang berhubungan Palestina hingga misi Palestina Merdeka terwujud.