Singgung Moeldoko, AHY: Politik Ialah Etika Untuk Mengabdi, Bukan Semata-mata Cara Untuk Berkuasa

0
30

Petunjuk wartawan tribunnews. com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Pemimpin Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan refleksi kebangsaan kepada segenap kadernya yang hadir di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Dalam refleksinya, AHY menyinggung pelaksanaan Kongres Luar Pelik (KLB) Deli Serdang yang dinilainya tidak mengedepankan nilai-nilai etika dan moralitas di dalam berpolitik.

KLB tersebut, sekapur dia, sarat akan praktik-praktik politik yang tidak sepatutnya.

Baca juga: Ungkapan Menyesal dari Salah Satu Peserta KLB Demokrat, Awalnya Dijanjikan Uang Rp 100 Juta

“Hari ini sama dengan kita saksikan dalam pengesahan peserta kongres ilegal tersebut, kita disajikan oleh hidangan praktik-praktik politik yang tidak fair, ” ucap AHY.

AHY selalu menyinggung keterlibatan Kepala Pekerja Kepresidenan (KSP) Moeldoko di dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Kelompok Demokrat (GPK-PD).

Moeldoko dituding memanfaatkan kekayaan dan kekuasaan untuk menguasai Partai Demokrat.

AHY mengingatkan bahwa tak ada cara yang kecil untuk memperoleh sesuatu.

Mengaji juga: Benteng AHY Diminta Tak Kaitkan Presiden Jokowi dalam Konflik Partai Demokrat

“Bukan dengan timah pintas, apalagi menghalalkan segala cara. Baik menggunakan kekuatan uang maupun elemen kekuasaan, ” ujar AHY.

AHY kemudian berpetaruh, bahwa berpolitik adalah etika untuk mengabdi kepada kaum dan negara.