Dapatkan 100. 000 Dosis Vaksin Pfizer, Rwanda Masih pada Puncak Krisis

0
115

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS. COM, KIGALI berantakan Rwanda pada Rabu kemarin menjadi negara Afrika perdana yang menerima vaksin virus corona (Covid-19) Pfizer-BioNTech, secara lebih dari 100. 000 dosis dikirim ke pokok kota Kigali melalui gagasan COVAX yang dipimpin Asosiasi Bangsa-bangsa (PBB).

Sebelumnya, pada hari yang sama, Rwanda secara terpisah telah memiliki 240. 000 dosis vaksin AstraZeneca.

Pengiriman perdana vaksin ini pun turut berada di bawah sarana COVAX.

Dikutip dari laman Africa News, Kamis (4/3/2021), Kementerian Kesehatan tubuh Rwanda mengatakan bahwa 340. 000 dosis kolektif hendak dikirim dari gudang biomedis di Kigali ke rumah sakit distrik pada Kamis waktu setempat.

Selanjutnya, vaksin itu akan didistribusikan ke ratusan tengah kesehatan yang tersebar dalam seluruh Rwanda.

Baca juga: Presiden: Bahan Vaksinasi Hingga Juni 40 Juta Orang

Kementerian tersebut mengantarkan, pengiriman vaksin ini tak hanya harus melindungi kira-kira 171. 500 personel garis depan yakni tenaga kesehatan tubuh (nakes).

Namun juga warga prioritas yang lain seperti mereka yang berusia di atas 65 tahun atau yang memiliki kedudukan kesehatan rentan terpapar.

“Kami akan lekas meluncurkan rencana vaksinasi kami yang telah disiapkan, ini akan menargetkan kelompok yang memiliki risiko tinggi di seluruh Rwanda untuk menerima vaksin yang pertama daripada dua dosis vaksin, ” kata Menteri Kesehatan Daniel Ngamije dalam sebuah penjelasan.

Pada bulan Februari lalu, Rwanda menjadi negara pertama di Afrika Timur yang mulai melaksanakan program vaksinasi virus tersebut.