Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen, Golongan Gelora: 4% Saja Tidak Mungkin Dicapai

0
66

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Rancangan revisi Undang-Undang Pemilu dan Pilkada yang masuk dalam program legislasi nasional (Polegnas) prioritas 2021, menyebutkan soal kenaikan ambang batas kongres atau parliamentary treshold (PT) menjelma 5 persen dari sebelumnya 4 persen.

Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Nusantara, Mahfuz Sidik menilai kenaikan ambang batas parlemen dari 5 obat jerih dinilai tidak tepat karena mau merugikan suara partai baru serta partai lama.

“Secara subyektif, sebagai partai baru, Roh Indonesia tentu ingin PT tak naik dari 4 persen, karena faktanya di pemilu 2019 berantakan, tidak mudah mencapai atau melewati angka PT 4 persen, ” kata Mahfuz dalam keteranganya, Jakarta, Rabu (28/1/2021).

Baca juga: PBB Tak Setuju dengan Kenaikan Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

Menurut Mahfuz, ambang pemisah parlemen 4 persen telah memang 15, 6 juta pemilih pada Indonesia apalagi jika PT tersebut dinaikan dari 4 persen menjadi 5 pesen.

“PT 4 persen saja telah memang suara 15, 6 juta pemilih di Indonesia. Jumlah suara itu, jika di negara-negara Eropa dan sebagian wilayah Asia, sudah lulus untuk menjadi pemenang Pemilu atau jadi presiden terpilih, ” rata Mahfuz.

Sementara di dalam praktek konversi suara ke kursi, kata Mahfuz, 15, 6 juta suara milik tujuh parpol yang gugur sejatinya dialihkan alokasi kursinya kepada parpol lain yang melampaui PT 4 persen

Jika harga 1 kursi penuh dengan perhitungan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) DPR RI misalnya 240. 000 suara, maka dari 15, 6 juta suara itu men 16 kursi.

“Jika dihitung bukan dari BPP sempurna, misalnya 60 persen BPP, oleh karena itu jumlah kursi yang dialihkan ke partai lain menjadi jauh bertambah banyak dan itu baru perkiraan PT 4 persen, belum 5 persen, ” ucapnya.

Diketahui, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menetapkan ambang batas parlemen untuk tingkat DPR sebesar 4 persen. Sementara, UU yang sama meluluskan semua parpol untuk ikut di penentuan kursi di DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota alias tanpa terkatung-katung batas.

Namun, dalam Pemilu 2024 direncanakan ambang pemisah parlemennya dinaikkan menjadi 5 tip.