Virtual dan Gratis, Obati Rasa Kangen Jelajahi Singapura Lewat Singapore Art Week 2021

0
20

TRIBUNNEWS. COM – Tak hanya menjadi destinasi wisata favorit. Bagi sebagian orang, Singapura adalah tempat yang benar untuk menikmati berbagai karya lembut yang ada di Asia Tenggara. Namun sayangnya bagi para traveler sekaligus penikmat seni yang #KangenSingapura, melakukan hal tersebut saat ini sangatlah sulit dilakukan.

Sebab kini menikmati pagelaran seni secara langsung cukup sulit, Singapore Art Week (SAW), festival tahunan serta puncak kalender seni visual Asia akan kembali digelar secara hybrid ataupun secara online dan offline /langsung mulai dari agenda 22-30 Januari 2021 mendatang.

Acara yang terselenggara anugerah kerjasama dari National Arts Council (NAC), Singapore Tourism Board (STB), dan Singapore Economic Development Board (EDB) ini akan mengangkat inti “ Arts Takes over ”.

Arts Takes over memberikan makna baru pada SAW 2021 yang mana seni tak hanya melintasi galeri menuju jalanan dan rumah, tetapi juga melampaui ruang dan periode dalam dunia digital. Hal ini juga merupakan cerminan dari kelanjutan seni yang lebih besar, yang membuat pengunjung bisa menikmati halus di mana saja dan tidak terbatas pada lokasi fisik semata, ” ujar Direktur Pengembangan Zona (Seni Visual) NAC Tay Tong.

Edisi ke-9 SAW sendiri akan menampilkan lebih sebab 100 acara yang bisa dinikmati secara fisik dan digital, sehingga memungkinkan penikmat seni dari seluruh dunia untuk menemukan dan merasakan seni Asia Tenggara yang nyata.

Edisi tahun itu juga semakin berbeda karena menampakkan jumlah karya terbesar dengan lebih dari 40 proyek luar pelik yang mencerminkan keberagaman kemampuan seniman dan kurator Singapura.

Melampaui batasan fisik dan menjelma masuk ke dalam ruang digital, SAW akan menghadirkan seni visual yang bisa dinikmati setiap orang yang berada di mana selalu langsung dari Galeri Nasional Singapura dan ruang seni Gillman Barracks, hingga ke tempat publik yang tak lazim seperti kompleks Bras Basah, Distrik Tanjong Pagar, taman-taman kota, halte bus, dan masih banyak legi.

Dengan lebih 300 seniman dari Singapura, Kanada, Hongkong, Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat ikut mengikuti dalam sejumlah besar acara kecil menarik yang cocok dinikmati penggemar seni dari segala umur.

“Melihat keadaan yang tak pasti dari pandemi ini sudah menunjukan ketahanan dan kecepatan penyesuaian seniman kami di masa dengan luar biasa ini. Mereka bereksperimen dengan teknologi baru seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) sehingga dapat menghadirkan seni dan susunan secara segar dan inovatif. Pada luar karya tersebut, yang pertama SAW 2021 memastikan peluang untuk seniman kami untuk membangun kecakapan baru dan mendorong mode kreasi baru melalui digitalisasi seni sebagai wadah alternatif yang tidak cuma menjangkau khalayak luas tetapi menjadi kanvas untuk karya seni. Dengan itu, kami menantikan SAW edisi ke-9 ini dengan harapan & antisipasi yang besar, ” ujar Tay Tong.

Nikmati Keberagaman Visualisasi Seni Secara Virtual

Kalau berbicara tentang SAW tentu urusan Light to Night Festival 2021 yang menjadi ciri khas dan favorit pengunjung tentu tak boleh dilewatkan begitu saja. Tahun ini kesibukan tersebut akan kembali hadir dengan tema yang berbeda dari sebelumnya.

Selain itu sedia IMPART Collectors’ Show 2021: Leap of Faith yang mengubah perjalanan & batasan karena untuk pertama kalinya hadir secara online dengan format perdana yang menampilkan karya-karya seni yang dimiliki para kolektor dari Singapura, Jakarta, Indonesia, India, dan Swiss, langsung dari rumah dan pejabat mereka.

Hadir juga pertunjukan State of Motion 2021 , ARTWALK dalam Little India , S. E. A Focus 2021 , hingga menyelami pagelaran lembut eksperimental di The Hours After dengan menampilkan kolaborasi internasional melintasi lima zona waktu di gedung Gillman Barracks, dan membenamkan diri dalam Inner Like The OutAR yang menunjukkan instalasi interdisipliner skala besar pertama dari jenisnya yang menggunakan Web AR melalui browser smartphone untuk menciptakan kembali simulasi audio-visual dunia alamiah kita.

Selain tersebut, lewat SAW 2021 kita selalu diajak mengeksplorasi dan membedah efek media digital terhadap hubungan bani adam melalui seni visual. Misalnya menggunakan pameran Networked Bodies oleh Supernormal dengan menyelidiki komunikasi dan keintiman menggunakan internet dengan karya digital, instalasi media, dan karya seni yang ada di media sosial.

Setiap tahunnya, SAW selalu menjadi wadah berbagai penikmat seni, kolektor, & seniman dari seluruh dunia tercatat Indonesia untuk berdiskusi dengan topik dan panel pembicara yang beragam. Pada SAW 2021 hasrat itu tersalurkan melalui SAW Art Symposium, salah satunya POWWOW yang membahas ide dan jaringan baru periode depan seni dan mengeksplorasi dengan jalan apa pameran dapat menempati ruang virtual dan fisik.

Mampu diikuti secara gratis, pengunjung bisa menikmati tampilan 360° yang menguatkan mereka untuk dapat menjelajahi pertunjukan virtual SAW 2021 dari vila sekaligus memberikan cara dan pengalaman baru dalam menikmati seni dengan dapat diakses di mana selalu dan kapan saja.

Jadi lewat SAW 2021, untuk para traveler sekaligus penikmat seni yang #KangenSingapurabisa merasakan pameran dan permufakatan selama seminggu penuh secara damai hanya dari rumah mereka.

Selain yang telah disebutkan di atas, masih banyak sedang acara-acara yang hadir pada SAW 2021 dengan melakukan registrasi terlebih dahulu lewat situs artweek. sg .

Informasi lebih lanjut mengenai pertunjukan dan diskusi seni apa saja yang akan hadir di Singapura, bisa mengunjungi situs visitsingapore. com .