AS akan Beri Sanksi Tegas buat Tiap Penjualan Senjata ke Iran

0
13

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS. COM, WASHINGTON – Menteri Luar Kampung Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo telah mengumumkan penjualan senjata ke Iran akan melanggar resolusi Persekutuan Bangsa-bangsa (PBB) dan mengarah dalam pemberian sanksi.

“Amerika Serikat siap menggunakan otoritas domestiknya untuk memberikan sanksi kepada individu atau entitas manapun yang secara material berkontribusi pada pasokan, penjualan, atau transfer senjata konvensional ke atau dari Iran, ” sirih Pompeo dalam pernyataannya.

Baca juga: Embargo PBB Berakhir, Iran Sekarang Bebas Beli dan Berniaga Peralatan Militer

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (19/10/2020), dia memberi ultimatum keras kepada siapapun yang tidak mematuhi aturan AS terkait sanksi terhadap Iran.

“Setiap negara yang membongkar-bongkar perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan mendukung perang melayani terorisme, harus menahan diri dari setiap transaksi senjata dengan Iran, ” tegas Pompeo.

Pompeo menambahkan bahwa selama 10 tahun terakhir, negara-negara menahan diri untuk tidak menjual senjata ke Iran di bawah berbagai kelakuan PBB.

“Setiap negeri yang sekarang menentang larangan itu, akan dengan sangat jelas menuruti untuk memicu konflik dan ketegangan dalam mempromosikan perdamaian dan keamanan, ” papar Pompeo.

Perlu diketahui, ultimatum ini disampaikan setelah Iran mengumumkan pada depan pekan lalu bahwa semua pemisahan pada transfer senjata, kegiatan terpaut dan layanan keuangan ke dan dari Iran telah berakhir pada bawah ketentuan resolusi PBB yang mengkonfirmasi JCPOA.

JCPOA atau Kesepakatan Nuklir Iran itu memang telah ditandatangani oleh Iran dengan beberapa negara kekuatan negeri pada 2015 lalu.

Kemudian pada 2018, AS dengan sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir itu dan mulai memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.