Azis Syamsuddin: Tak Ada Kepentingan Karakter Dalam Pembahasan UU Cipta Kegiatan

0
21

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengambil tidak ada kepentingan pribadi pada pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kegiatan hingga akhirnya disahkan menjadi undang-undang.

“Tidak ada interest, kepentingan pribadi, kepentingan kelompok di kami pimpinan DPR, pimpinan bagian, dan Badan Legislasi memanfaatkan iklim tertentu untuk hal yang menguntungkan para pihak tertentu, ” ujar Azis Syamsuddin di Komplek Kongres, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Azis menyakini cara pembahasan yang dilakukan di Awak Legislasi (Baleg) DPR sudah cocok mekanisme dan tata cara dalam pengambilan keputusan di DPR.

Baca selalu: Diamankan Polisi era Hendak Demo Tolak UU Membikin Kerja, Pelajar SMP Bawa Jaket Almamater Milik Ibu

Bahkan, kata Azis, setiap rapat RUU tersebut selalu tersedia catatan hingga rekamannya yang bisa diakses masyarakat secara luas.

“Bagi yang masih kontra, ada mekanisme konstitusi yang dibuka oleh aturan-aturan konstitusi kita menggunakan Mahkamah Konstitusi. Kami sangat menghargai perbedaan-perbedaan untuk bisa dilakukan ke MK, ” kata Azis.

Baca selalu: Polisi Dalami Perkiraan Penggunaan Bahan Kimia oleh Pengikut Saat Bentrok Seusai Demo UU Cipta Kegiatan

Politikus Golkar itu pun menjamin, draf UU Cipta Kerja setebal 812 halaman dari sebelumnya 1. 035 halaman, tidak ada pasal selundupan atau di luar dengan menjadi kesepakatan pada tingkat I maupun II.

“Kami tidak berani dan tidak mau memasukan selundupan pasal. Itu awak jamin sumpah jabatan kami, sebab itu tindak pidana apabila tersedia selundupkan pasal, ” ujar Azis.

Besok dikirim ke kepala

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hendak mengirimkan draf final Undang-Undang Membangun Kerja setebal 812 halaman ke Presiden Joko Widodo, Rabu (14/10/2020).