PSBB di DKI Jakarta Diperpanjang 14 Hari

0
21

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, lantaran masih berpotensi terjadinya kenaikan angka kasus positif COVID-19 jika pelonggaran diberlakukan.

Hal ini berdasarkan hasil penilikan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta dan juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020.

Bahwa diputuskan perlu dilakukan sambungan pembatasan selama 14 hari berikutnya jika kasus belum menurun dengan signifikan.

Mengaji: Langgar PSBB, Klinik Kecantikan di Sunter Agung Disegel Petugas

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat pada penanganan kasus COVID-19 ini.

“Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus COVID-19 pada Jabodetabek, Menko Kemaritiman dan Investasi (Marives) menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih menyusun, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijaksanaan. Menko Marives juga menyetujui sambungan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu, ” ungkapnya.

Gubernur Anies lantas menjelaskan, kini mulai tampak tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus rajin di Jakarta, seiring dengan berkurangnya mobilitas warga saat dilakukan pengetatan PSBB.

Pada 12 hari pertama bulan September, pertambahan kasus aktif sebanyak 49% atau 3. 864 kasus. Pada kurun PSBB, yakni 12 hari berikutnya, penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12% atau 1. 453 kasus.

Baca: PSBB Jilid 2 di Jakarta Sudah 10 Hari, Penambahan Kasus Positif Corona Rata-rata Sentuh Angka 1. 000

“Pelandaian diagram kasus aktif bukanlah tujuan simpulan. Kita masih harus terus menyala bersama untuk memutus mata pertalian penularan. Pemerintah terus tingkatkan 3T dan warga perlu berada dalam rumah dulu, hanya bepergian masa perlu sekali dan terapkan 3M, ” imbau Gubernur Anies.

Untuk diketahui, jumlah peristiwa positif bertambah sedikit lebih banyak dari sebelumnya, seiring dengan pengembangan jumlah tes.

Tetapi, jumlah kasus sembuh juga menyusun pesat. “Jumlah kasus aktif masih bertambah dan perlu menjadi menggubris terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan tubuh. Yang juga perlu menjadi menjawab khusus adalah angka kematian yang masih terus meningkat, meski menunjukkan tanda awal pelandaian yang mana tingkat kematian saat ini sejumlah 2, 5 %, ” imbuhnya.