IDI Dorong Pemerintah Bentuk Komite Keselamatan untuk Lindungi Dokter dan Gaya Kesehatan

0
13

Laporan Kuli Tribunnews. com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Wakil ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Adib Khumaidi, SpOT memajukan pemerintah segera membentuk Komite Keselamatan untuk dokter dan tenaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, sudah bertambah dari 100 dokter dan gaya kesehatan meninggal karena terpapar Covid-19.

“Kami minta pemerintah untuk membentuk segera komite keselamatan dokter dan tenaga kesehatan. Jadi ada sebuah tumpuan dari organisasi untuk menjaga keselamatan mereka, ” kata Adib dalam diskusi virtual, Sabtu (12/9/2020).

Nantinya dalam organisasi tersebut terdapat proses pengawasan dan audit saat dokter dan tenaga kesehatan menjalankan pekerjaan profesionalnya.

Baca: Relawan Satgas Covid-19 Total 31. 475 Orang, Terbanyak di Jakarta dan Jabar

Baca: Update Corona Global 12 September 2020: Total Infeksi 28, 6 Juta, Indonesia Urutan 23 Kasus Terbanyak

“Sangat berharap pemerintah dapat membangun komitmen beserta, karena dari komite itu, kita ingin dilindungi, ” harap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Tim Mitigasi PB IDI.

Hingga Sabtu pagi tadi dilaporkan ada 114 dokter wafat karena Covid-19, di mana sekitar 50 persen atau 55 dokter merupakan dokter umum dan sisanya merupakan dokter spesialis.

Adib menerangkan, berdasarkan investigasi pihaknya, para tenaga medis itu tak semua terpapar Covid-19 di ruang penanganan atau ruang isolasi.

“Ada juga seperti kawan saya itu dokter Orthopedi yang terpapar karena operasi pasien serta baru diketahui besoknya pasien itu Covid-19, ” ungkapnya.