Jokowi Khawatir Penumpukan Massa di Pilkada Munculkan Klaster Baru Covid-19

0
24

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memerhatikan munculnya klaster pilkada, yakni klaster penularan Covid-19 yang disebabkan oleh aktivitas Pilkada serentak 2020.

Ia meminta munculnya klaster ini menjadi perhatian semua pihak.

“Hati-hati klaster pilkada ini. Agar ini selalu diingatkan, ” kata Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2020).

“Saya menimbulkan ini Pak Mendagri urusan yang berkaitan dengan klaster Pilkada ini betul-betul ditegasi betul. Diberikan ketegasan betul, ” sambungnya.

Baca: Deklarasi KAMI di Bandung Ditolak, Massa sampai Demo di Tiga Tempat

Jokowi meminta Polri buat turut mengawasi penerapan protokol kesehatan selama pelaksanaan pilkada serentak 2020.

Ia mengingatkan, penerapan protokol kesehatan selama tahapan Pilkada 2020 juga diatur dalam Susunan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

“Polri juga berikan ketegasan mengenai ini, aturan main pada Pilkada. Karena jelas di PKPU-nya sudah jelas sekali, ” ucapnya.

Jokowi pun tahu Mendagri Tito Karnavian dan Lembaga Pengawas Pemilu (Bawaslu) tegas terhadap peserta Pilkada 2020 yang tak mematuhi protokol kesehatan.

“Jadi ketegasan, Mendagri dengan Bawaslu biar betul-betul ini diberikan keterangan keras, ” jelas Jokowi.

Sebelumnya, Komite Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan tersedia 37 bakal calon kepala kawasan positif terinfeksi Covid-19.

Data itu dihimpun Komisi Pemilihan Umum (KPU) selama tiga keadaan masa pendaftaran Pilkada 2020 had Minggu (6/9/2020) pukul 24. 00 WIB.

Sementara tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencetak, selama dua hari pendaftaran pengikut Pilkada 2020 digelar, terjadi 243 dugaan pelanggaran yang dilakukan bahan calon kepala daerah.

Dugaan pelanggaran ini berkaitan secara aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang berlaku selama masa pendaftaran.

Artikel ini telah tayang di Kompas. com secara judul “Jokowi: Hati-hati Klaster Pilkada”