Segera Bersihkan Saat Bayi Gumoh, untuk Cegah Problem Pencernaan Si Ingusan

0
85

Laporan Reporter Tribunnews, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Bayi berusia nol sampai enam bulan pada umumnya masih sering gumoh atau mengeluarkan cairan dari mulutnya setelah minum asi atau setelah makan.

Gumoh ini memang wajar terjadi pada anak karena cara pencernaan mereka yang masih belum optimal karena masih proses penyesuaian.

Yg harus diperhatikan orang tua, saat anak gumoh harus segera dibersihkan apalagi gumoh terjadi saat anak sedang tidur telentang.

Dr. Ade Djanwardi Pasaribu Sp. A menjelaskan kalau gumoh bukan segera dibersihkan takutnya gumoh terhirup oleh anak dan masuk ke saluran pernapasan yang bisa mengakibatkan infeksi.

“Kalau tidak segera dibersihkan jadi sesak, bayi biru, atau malah fokus infeksi. Sama seperti mengahadapi kalau anak tenggelam harus segera ditolong, ” kata dr. Ade saat live bersama IDAI beberapa waktu lalu.

Baca: Tanda-tanda Gumoh Pada Bayi yang Harus Diwaspadai Orangtua

Dr. Ade juga menyarankan ketika anak gumoh sebaiknya segera gendong anak atau posisikan tubuh anak naik 30 derajat untuk membantu sistem pencernaannya.

“Jangan sampai gumoh sempeat masuk ke paru-paru, apakah langsung dimiringkan atau digendong, ” ucap doctor Ade.

Baca: Yang Harus Dilakukan Orangtua Ketika Bayi Mengalami Gumoh

Kemudian, untuk mengantisipasi gumoh gaya bayi saat menyusui juga diperhatikan, yakni bagian kepala hingga perut diposisikan naik 30 derajat.

Beri jeda dulu untuk tubuh anak mencerna makanan sebeleum ditidurkan atau dapat ditepuk-tepuk perlahan sambil digendong untuk memperlancar pencernaanya.

“Saat menyusui idealnya ibunya duduk serta setelah menyusui ditunggu dulu sampai bayi sendawa baru tidur dengan 30 derajat kepala lebih diatas supaya susu turun ke bawah, ” pungkas dr. Ade.