GoJek Buka Suara soal Pengurangan 430 Karyawan, Fokus saat Ini tenggat Pesangon yang Diberikan

0
17

TRIBUNNEWS. COM – Perusahaan penyedia jasa berbasis teknologi, GoJek, mengumumkan kabar terbaru terpaut kondisi perusahaan saat ini.

Sebanyak 430 karyawan mengalami pengurangan sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Keputusan tersebut dikerjakan GoJek sebagai penyesuaian bisnis guna mengakomodir perilaku baru pelanggan sejak adanya pandemi.

Chief of Public Policy and Government Mitra driver Gojek memeriksa alat pelindung pada layanan roda-dua GoRide dalam acara uji coba sekat pelindung di Jakarta, Rabu (10/6/2020). Mulai minggu ini, GoRide melakukan uji coba penggunaan pemisah pelindung yang berfungsi meminimalisasi penyaluran virus melalui droplet. Penggunaan penghalang pelindung digunakan pada layanan GoRide yang kembali beroperasi di DKI Jakarta pada masa PSBB Pergantian. TRIBUNNEWS/HO (TRIBUN/HO)

Adapun dituliskan dalam keterangan dengan diterima Tribunnews. com, GoJek telah mengumumkan penyesuaian usaha di tengah situasi pandemi.

Penyesuaian tersebut dibahasakan GoJek sebagai strategi peusahaan untuk memperkuat fokus kepada bisnis inti yang memiliki dampak paling luas kepada kelompok.

Baca: Dikabarkan Akan PHK Karyawan di Tengah Pandemi, Begini Penjelasan Gojek

Baca: Menyelenggarakan Townhall Meeting, Gojek Putuskan untuk Fokus kepada Layanan Inti Perusahaan

Yaitu bisnis transportasi, pesan-antar makanan, dan uang elektronik sebagai langkah jangka panjang dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Selanjutnya, GoJek pun sudah mengambil dua keputusan utama.

Pertama, dihentikannya sejumlah servis non-inti yang terdampak pandemi.

Kedua, perampingan struktur perusahaan secara menyeluruh untuk mengoptimalisasi pertumbuhan yang berkesinambungan di masa mendatang.

Layanan yang bakal dihentikan meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sebesar lokasi.