KPK: 3 Tersangka Kasus Suap Pemasokan RTH Bandung Masuk Tahap II

0
8

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi ataupun KPK menyatakan melaksanakan tahap II untuk tiga tersangka kasus dugaan suap pengadaan tanah untuk Bagian Terbuka Hijau (RTH) di Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2012 dan 2013.

3 tersangka itu ialah 2 Anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 yakni Tomtom Daabul Qomar & Kadar Slamet; serta Kepala Jawatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kawasan (DPKAD) Pemkot Bandung Herry Nurhayat.

Baca: Pemangku Ketua KPK: Penanganan Bencana dan Korupsi Saling Berimpitan

“Setelah berkas dinyatakan lengkap, hari ini Penyidik KPK melaksanakan Tahap II [menyerahkan Tersangka dan barang bukti] untuk 3 Tersangka kepada Tim JPU, ” sebutan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (20/5/2020).

Selanjutnya kata Ali Fikri, penahanan ketiga tersangka tersebut sepenuhnya beralih kepada JPU dengan dilakukannya penahanan selama 20 keadaan terhitung mulai 20 Mei 2020 sampai dengan 8 Juni 2020.

Yaitu Tomtom Daabul Qomar tetap ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK, Kadar Slamet tetap ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, dan Herry Nurhayat juga masih tetap di Rutan Klas I Jakarta Timur Bagian KPK.

“Tim JPU diberi waktu selama 14 keadaan kerja untuk segera merampungkan tulisan dakwaan dan melimpahkannya ke PN Tipikor, ” kata dia.

Ali mengatakan, persidangan hendak digelar di PN Tipikor Bandung.

Selama proses penyidikan, telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 287 saksi dan 4 Ahli buat ketiga tersangka.

Di dalam kasus ini, KPK menetapkan 4 tersangka, yakni mantan Kepala Biro Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat (HN), 2 anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 yaitu Tomtom Dabbul Qomar (TDQ) dan Kadar Slamet (KS), serta Dadang Suganda (DSG) berprofesi sebagai wiraswasta.